Berhasil Turunkan Stunting, Pemkab Bangkalan Raih Penghargaan dari BKKBN

Uncategorized891 Dilihat

BANGKALAN, maduranetwork.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dalam menurunkan angka stunting sebagai salah satu visi-misi pembangun terus menunjukkan trend positif. Buktinya, angka kasus stunting di Kabupaten Bangkalan berangsur menurun.

Prevalensi angka stunting di Bangkalan hingga akhir 2022 terdata sebanyak 1.931 balita, sedangkan pada 2021 sebanyak 2.300 balita. Persentasinya pada 2021 mencapai 38,9 persen, dan pada 2022 turun menjadi 26,2 persen. Artinya selama periode tersebut terjadi penurunan 12,7 persen.

Atas pencapaian itu, Pemerintah Kabupaten Bangkalan menerima penghargaan Penurunan Angka Prevalensi Stunting dari kementerian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Dra. Maria Ernawati, MM kepada Plt Bupati Bangkalan Drs. Mohni, MM pada acara Hari Peringatan Keluarga Nasional (HKN) ke 30 Jawa Timur di GOR Untung Suripati, Kota Pasuruan.

Penghargaan yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan, menurut Plt Bupati merupakan kerja sama dari semua pihak. Karena dalam penurunan stunting harus melibatkan semua pihak, sehingga sinergitas serta komitmen dari semua pihak menjadi faktor utama dalam penurunan stunting.

“Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui berbagai pihak terus melakukan terobosan program percepatan penurunan stunting, salah satunya pemerintah daerah melalui RSUD Syamrabu telah melaunching program Cara Aktif Menurunkan Stunting (Canting) yang mendeteksi kasus sejak dini dan melakukan edukasi dan penanganan secara efektif, program sekolah orang tua hebat yang bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab juga mengaktifkan pokja-pokja PKK, puskesmas, bidan maupun masyarakat di tingkat desa hingga kabupaten untuk terus memberikan edukasi dan menjalankan program-program percepatan penurunan stunting.

Plt Bupati berharap penghargaan yang diterima akan menjadi spirit bersama dalam memenuhi target penurunan stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024 sebagaimana amanat pemerintah pusat.

“Penghargaan kini akan menjadi motivasi bagi kita bersama untuk menurunkan angka stunting di Bangkalan. Semoga ke depan kami bisa memenuhi target prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2024,” tandasnya. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *