Berkembang Pesat, Industri Kreatif di Sampang Terdata dan Terus Didampingi

Uncategorized1133 Dilihat

SAMPANG, maduranetwork.com – Kabupaten Sampang mengalami perkembangan pesat dalam sektor industri kreatif. Pelaku usaha di bidang ini semakin berkembang, dan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, melalui Bidang Ekonomi Kreatif, telah melakukan pendataan di 14 kecamatan pada tahun 2023.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporabudpar Sampang, Ibni Abdi Rahman, menyampaikan bahwa pengembangan usaha ekonomi kreatif di Kota Bahari masih dalam tahap pendataan dan pendampingan awal. Bidang ekonomi kreatif ini baru terbentuk pada awal tahun 2023.

“Mengawali program kerja, kami harus memiliki pondasi, yaitu data pelaku ekonomi kreatif yang tersebar di 14 kecamatan, sehingga pada saat pendampingan kami turun ke lapangan sudah mengantongi data,” ungkap Ibni Abdi Rahman.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki 17 subsektor, termasuk kuliner, kriya, fashion, pengembang permainan, fotografi, film & animasi, arsitektur, penerbitan, televisi & radio, DKV, musik, seni rupa, seni pertunjukan, desain interior, periklanan, desain produk, dan aplikasi.

“Data yang diperoleh nantinya akan dijadikan database ekonomi kreatif Sampang untuk dilaporkan ke tingkat provinsi,” jelasnya.

Pendataan menunjukkan bahwa ada sebanyak 1.911 pelaku usaha ekonomi kreatif di Kabupaten Sampang yang mencakup seluruh subsektor. Dari jumlah tersebut, terdata sebanyak 9.387 tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya di sektor ini.

Ibni Abdi Rahman mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan secara berkala meskipun belum dapat mencakup seluruh pelaku usaha. Pendampingan ini melibatkan aspek-aspek seperti pendaftaran resmi di sistem OSS, pengembangan produk, promosi, packaging menarik, hingga penjelasan mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk melindungi produk/hasil karya secara hukum.

“Kami sampaikan kepada pelaku usaha pentingnya mendaftarkan HKI sejak dini agar jika sudah berkembang, produk mereka terlindungi secara hukum,” ucapnya.

Ibni Abdi Rahman berharap bahwa pertumbuhan pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif akan terus meningkat, mendongkrak perekonomian daerah, dan mengurangi angka pengangguran. (sul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *