Buya Yahya: Bulan Rajab Nabi Diperlihatkan Surga dan Neraka

HIKAM MADURA299 Dilihat

BANJARMASIN.maduranetwork.com – Kini sudah masuk Rajab. Bulan istimewa dimana Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam diperlihatkan surga dan neraka pada peristiwa Isra Mikraj. Hal tersebut dikatakan Buya Yahya merupakan bagian dari kekuasaan Allah subhanallahu ta’ala, meski di luar nalar manusia.

Adanya peristiwa Isra Miraj, Buya Yahya menuturkan dapat menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.

Kini tiba di penghujung bulan Rabiul Akhir 1444 Hijriyah, sebentar lagi memasuki bulan Rajab 1444 Hijriyah, yang mana di bulan Rajab ada peristiwa Isra Miraj yang diperingati setiap hari ke-27 bulan Rajab di penanggalan Hijriyah.

Peristiwa Isra Miraj adalah salah satu mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam untuk menerima perintah shalat lima waktu.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian menembus langit ketujuh hingga menuju Sidratul Muntaha.

Buya Yahya menjelaskan peristiwa Isra Miraj adalah murni kekuasaan Allah Subhanallahu ta’ala, sang pemilik alam semesta yang Maha Berkehendak, dimana tak bisa dinalar oleh akal manusia.

“Apa yang dilihat Nabi Shallallahu alaihi wasallam waktu itu? Jadi kisah Isra Miraj bukan bagian dari akal kita untuk memahaminya, berbicara soal Isra Miraj itu bicara iman, bukan akal kita mencoba memahami, tidak akan sampai, tapi bukan bertentangan dengan akal kalau kita kembalikan ke kuasa Allah Subhanallahu ta’ala, ini adalah kuasa Allah,” jelas Buya Yahya dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Ia menceritakan, seluruh manusia nantinya akan dibinasakan dan menghadap di hari kebangkitan.

Selama penantian menuju hari kebangkitan, manusia berada di alam barzah, adalah antara alam dunia dan akhirat.

Bagi orang-orang yang amal shaleh akan mengalami nikmatnya surga sedangkan ahli maksiat sudah merasakan siksanya neraka di alam barzah.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dalam perjalanannya di peristiwa Isra Miraj menemukan banyak hal, termasuk melihat keadaan alam barzah, di antaranya ada dua orang yang mendapat siksa kubur lantaran semasa hidup suka menggibah dan tidak sempurna dalam bersuci sehingga shalatnya tidak sah.

Perjalanan Rasulullah SAW yang secepat kilat, memang tak bisa dinalar dengan akal dan murni kekuasaan Allah.

“Yang memperjalankan Nabi Shallallahu alaihi wasallam adalah yang memiliki batas, memiliki waktu, dan memiliki cara, jadi bagi Allah bisa saja jarak dan waktu tidak penting. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam diperjalankan Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan diangkat ke langit ke tujuh dalam waktu singkat, dan dalam perjalannya Nabi Shallallahu alaihi wasallam menemukan banyak hal,” papar Buya Yahya.

Hikmah dari peristiwa Isra Miraj adalah iman atau menambah keimanan, dan tidak untuk dipahami dengan akal.

“Akal kita hanya bisa memamahi sesuatu yang dilingkupi waktu dan tempat. Makanya saat kita berbicara soal Allah tidak memerlukan tempat, Allah tidak memerlukan waktu, Allah yang menciptakan tempat, Allah yang menciptakan waktu,” ujar Buya Yahya.

Yang diperlihatkan Allah pada Nabi saat itu adalah bocoran berupa “undang-undang” atau aturan baru dari Allah SWT yang disebut mukjizat.

Nabi Muhammad pun diperlihatkan surga dan neraka, yang belum dihuni dan bersifat ghoib, namun Allah menunjukkannya.

Artinya: “(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridahiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan belakangnya” [al-Jin/ : 26-27]

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam diperlihatkan penghuni surga dan neraka dalam peristiwa Isra Miraj.

“Diperlihatkan kepadaku (Nabi Muhammad) bahwasannya paling banyak ahli neraka adalah wanita, lah apa itu yang dilihat? itu diluar undang-undang manusia, karena Allah sudah masukan nabi ke ilmu ghaib Allah, maka nabi mengetahui surga dan neraka,” imbuh Buya Yahya.

Hal tersebut semata-mata kuasa Allah SWT memperlihatkan isi surga dan neraka kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam berupa mukjizat yang tidak dimiliki manusia lain.

“Allah yang punya aturan, semoga iman kita bertambah, karena peristiwa Isra Miraj dari awal sampai akhir adalah urusan hati,” tukas Buya Yahya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed