Kerjasama Pelbagai Pihak, Desa Aeng Dake, Kecamatan Bluto, menjadi Desa Mandiri

SUMENEP825 Dilihat

SUMENEP, maduranetwork.com – Tahun 2023 status desa mandiri di Kabupaten Sumenep terus mengalami peningkatan signifikan.

Dari data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), untuk tahun 2022 status desa mandiri di Kabupaten Sumenep hanya terdapat 7 desa mandiri.

Tidak demikian dengan tahun 2023. Status desa mandiri mencapai 39 desa mandiri.

Dari sekian desa mandiri tersebut, salah satunya adalah Desa Aeng Dake, Kecamatan Bluto. Desa ini ditetapkan dan ditandatangani pengukuhannya sebagai desa mandiri pada 23 Juni 2023 oleh DPMD Kabupaten Sumenep berdasarkan hasil pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM).

Bagi warga Aeng Dake, status desa mandiri merupakan salah satu prestasi dan kebanggaan tersendiri. Mengingat hasil tersebut diperoleh dari upaya dan perjuangan pelbagai pihak dalam bahu membahu antara warga, Pemdes Aeng Dake dan pihak ketiga.

Pencapaian prestasi ini juga diperoleh dari peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) masyarakatnya, baik peningkatan di bidang usaha mikro kecil menengah (UMKM), pemberdayaan masyarakat desa dan badan usaha milik desa (BUMDes).

“Hasil pencapaian desa kami menjadi desa mandiri diperoleh dari peningkatan SDM kemudian peningkatan mutu pelatihan UMKM, khususnya bagi para pengrajin batik dan pemberdayaan masyarakat desa serta pengelolaan BUMDes secara profesional,” ujar Kades Aeng Dake, Edy Sutikno, (4/7/2023).

Kepada maduranetwork.com, alumni S1 Univ. Merdeka Malang ini menjelaskan bahwa dari jumlah penduduk desa Aeng Dake yang jumlahnya mencapai empat ribu lebih ini, masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, nelayan, dan pengrajin batik.

Dari sumber daya manusia yang produktif ini, pihak Pemerintah Desa Aeng Dake selalu melakukan kerjasama dengan dinas terkait untuk peningkatkan mutu. Diantaranya dengan pihak Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian dan Perdagangan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep, serta pihak pemadan kebakaran (Damkar).

“Kami selalu melakukan kerjasama dengan pihak Diskoperindag untuk memberikan pelatihan terhadap kader-kader UMKM, seperti cara membatik yang baik. Kemudian memberikan pelatihan terhadap kelompok karang taruna melalui Dinas Kebakaran jika terjadi musibah kebakaran. Selain itu dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberikan sosialisasi akan bahaya narkoba kepada masyarakat,” ujar Edy Sutikno.

“Alhamdulillah saya merasa sangat bersyukur karena setelah kami tunggu akhirnya desa kami masuk katagori desa mandiri pada tahun 2023. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait atas kerjasama yang baik dari pihak Forpimkab, Forpimcam, BPD, tokoh masyarakat dan seluruh perangkat desa kami,” pungkas Edy Sutikno sembari tersenyum. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *