Lazisnu Sumenep Desak Polisi Tertibkan Kotak Amal “Bersapa”

Uncategorized1081 Dilihat

SUMENEP, maduranetwork.com – Diduga kuat terafiliasi dengan jaringan teroris, penghimpunan dana lewat kotak amal “Bersapa” mendapat sorotan publik.

Berdasarkan pantauan maduranetwork, kotak amal “Bersapa” yang diduga dijadikan alat penghimpun dana untuk kegiatan teroris tersebut masih terlihat di sejumlah toko dan warung di Kabupaten Sumenep.

Kotak amal tersebut diduga milik Yayasan Al Uswah Cabang Sumenep, dimana salah satu pengurusnya ditangkap Densus 88 karena diduga berpaham radikal.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul ulama (Lazisnu) Pengurus Cabang Nahdlatul ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep, K A. Quraisy Makki, meminta kepolisian segera menertibkan kotak amal berstiker “Bersapa”.

“Kotak amal berkedok kegiatan sosial bukan kasus baru. Banyak kasus serupa menggunakan kotak amal sebagai media mengumpulkan dana untuk kegiatan-kegiatan teroris. Kasus teroris ini bukan kasus kecil namun kasus besar karena misinya ingin menghancurkan negara,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Quraisy itu menjelaskan, bahwa Lazisnu PCNU Sumenep sangat mendukung jika pihak berwajib tanpa ragu menertibkan kotak amal “Bersapa”

“Kalau kotak amal masih dibiarkan disebarkan di berbagai toko, bisa jadi mereka akan mencari cara supaya aman, misalkan dirubah stikernya,” ujarnya.

Masih kata Quraisy, bukan hanya kotak amal “Bersapa” yang seharusnya ditertibakan tapi semua kotak amal yang tidak jelas alias bodong. Apapun nama lembaganya karena tidak menutup kemungkinan ada modifikasi kotak amal berkedok sosial untuk kegiatan teroris.

“Regulasi tentang penghimpunan dana umat kan sudah jelas aturannya. Minta rekomendasi ke Baznas kabupaten atau kota, untuk izin ke Kemenag selama tidak prosedur maka penghimpunannya dianggap ilegal alias tidak berizin,” ungkapnya. (sdm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *