Penjabat Bupati Bangkalan Dorong Penyederhanaan Rantai Distribusi Pupuk Subsidi untuk Petani

Uncategorized853 Dilihat

BANGKALAN, maduranetwork.com – Rapat koordinasi terkait harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di Pendopo Agung Bangkalan, pada Selasa (14/11/2023), Penjabat (Pj) Bupati Bangkalan, Dr. Arief M. Edie, menekankan perlunya penyederhanaan rantai distribusi pupuk bagi para petani di wilayahnya.

Pertemuan itu menjadi wadah bagi Pj Bupati untuk menyoroti pentingnya memotong biaya transportasi pupuk yang dikelola oleh distributor hingga ke tangan kelompok tani (Poktan).

Menurut dia, penyederhanaan ini menjadi langkah krusial guna menstabilkan harga pupuk bersubsidi agar tetap sesuai dengan HET. “Salah satu penyederhanaannya, para kepala desa dapat mewakili kelompok tani untuk mengambil pupuk di kios. Kita perlu membicarakan regulasi yang tepat untuk mencapai solusi yang sesuai aturan,” ujarnya.

Dalam arahannya, Pj Bupati juga menyoroti pentingnya koordinasi antara distributor dan kios agar harga pupuk tidak melebihi batas yang ditetapkan saat sampai ke tangan petani. Tujuannya jelas: memastikan akses yang lebih mudah bagi para Poktan dalam mendapatkan pupuk.

Namun, Pj Bupati juga menegaskan bahwa kondisi stok pupuk di Bangkalan saat ini aman dan mencukupi untuk masa tanam yang akan datang. Dia menjelaskan bahwa para petani yang belum mendapatkan pupuk subsidi mungkin belum terdaftar dalam kelompok tani, salah satu syarat untuk mendapatkan manfaat dari pupuk bersubsidi.

“Kami sedang melakukan pendataan agar pada tahun 2024, seluruh petani di Bangkalan sudah terdaftar dalam kelompok tani,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Bangkalan, Puguh Santoso, turut menjelaskan bahwa pada tahun 2023, Kabupaten Bangkalan telah menerima stok pupuk sebanyak 27.000 ton urea dan 13.495 ton pupuk NPK. Hal ini mengindikasikan bahwa kebutuhan pupuk hingga akhir tahun di wilayah tersebut sudah tercukupi dengan baik.

Pj Bupati Bangkalan dan timnya berkomitmen untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan efisien dan adil bagi para petani. Proses pendataan dan koordinasi dengan berbagai pihak menjadi upaya mereka dalam memastikan para petani mendapatkan manfaat dari program subsidi pupuk dengan lebih baik. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *