Plt Bupati Bangkalan Hadiri Cangkruan bersama Menkopolhukam

BERITA273 Dilihat

SURABAYA, maduranetwork.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menggelar Forum Cangkruan dengan seluruh pimpinan strategis bersama para pimpinan pondok pesantren, tokoh agama serta ormas yang ada di Jatim. Acara bertempat di Hotel Westin, Kota Surabaya. Forum ini juga dihadiri oleh para pimpinan strategis pemerintahan di Jatim, mulai Gubernur Jatim Khofifah, bupati, walikota, TNI dan Polri.

Mahfud MD menegaskan, bahwa forum ini sengaja dihelat untuk mewujudkan masyarakat yang tertib di tahun politik di tahun 2024 mendatang.

“Saya memastikan bahwa pemerintah menyiapkan Pemilu 2024 dengan baik, dan akan dilakukan sesuai dengan kalender konsitusi. Tidak ada perpanjangan tidak ada penundaan,” tegasnya.

Mahfud juga menegaskan, bahwa pihaknya adalah salah satu yang bertanggung jawab untuk memastikan Pemilu terlaksana dengan baik. Oleh sebab itu, lanjutnya, ia sengaja menginisiasi forum ini untuk menyatukan persepsi dan menyatukan langkah kedepan agar Pemilu terselenggara dengan tertib. Tertib, kata Mahfud MD, adalah bagian dari program nasional yang merupakan wujud dari kerangka revolusi mental.

“Tertib itu istiqomah, sesuai tahapan. Maka itu yang juga kita gunakan agar Pemilu kedepan kita lakukan dengan tertib,” tandasnya.

Plt Bupati Bangkalan Drs Mohni MM yang juga hadir dalam kegiatan itu menyampaikan apresiasi kepada Menkopolhukam atas terselenggaranya acara Cangkruan tersebut. Mohni yang juga didampingi pejabat utama Pemkab Bangkalan seperti kepala Diskominfo, kepala Bakesbangpol dan juga Kapolres Bangkalan serta tokoh agama lainnya menilai acara tersebut sangat berperan besar untuk menciptakan ketertiban dalam pemilu mendatang.

“Terselenggaranya pemilu tahun 2024 mendatang juga ditentukan oleh kecerdasan dan ketertiban masyarakat kita. Saya yakin kalau semuanya bersatu dapat menciptakan Pemilu yang damai,aman dan tertib,” kata Mohni.

Mohni juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan media sosial maupun berita-berita hoaks. Menurut Mohni dalam Pemilu peran media juga cukup penting. Khususnya dalam produksi konten yang mencerahkan dan tidak memicu pertikaian.

“Yang paling penting masyarakat untuk cerdas bermedia sosial dan tidak menyebarkan hoaks. Karena sekarang sudah zamannya serba canggih. Jadi tidak menutup kemungkinan berita hoaks bertebaran,” ujarnya. (mrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *