Proyek Jalan Tanpa Papan Nama di Sumenep Dipertanyakan Warga

Uncategorized92 Dilihat

SUMENEP, maduranetwork.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, terus berupaya membangun jalan demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas PUTR mengalokasikan anggaran senilai Rp716.122.161,00 dengan nilai HPS paket Rp716.117.743,28 yang bersumber dari APBD untuk peningkatan Jalan Raya Desa Panaongan yang terhubung dengan Desa Soddara.

Pantauan media ini di lapangan menunjukkan bahwa proyek tersebut dimenangkan oleh CV. Sinar Anugerah, yang beralamat di Jl. Pepaya No. 37 Karangduak, Sumenep. Namun, proyek ini menimbulkan banyak pertanyaan dari warga sekitar karena tidak ada papan nama atau spanduk yang menunjukkan informasi kegiatan proyek tersebut.

“Proyek jalannya sudah selesai dan sudah tidak ada yang bekerja lagi, namun papan nama atau spanduk yang mencantumkan spesifikasinya, seperti berapa anggaran, kapan dimulai, dan selesainya kapan, tidak ada,” ucap Ali, warga Pasongsongan, Selasa (09/07/2024).

Menurut Ali, ini menjadi pertanyaan masyarakat karena proyek yang menggunakan uang negara atau pemerintah seharusnya memiliki papan nama proyek.

“Jadi, besar kecilnya anggaran untuk proyek harus dibuat papan nama, proyek desa yang anggaran puluhan juta saja wajib menggunakan, lah ini hampir satu miliar malah tidak pakai,” terangnya.

Penting untuk diketahui bahwa pemasangan papan informasi kegiatan itu sebagai bentuk kepatuhan pada Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik Pasal 15 huruf (d). Menurut Ali, proyek tersebut bisa dikatakan sebagai proyek siluman atau proyek tidak jelas karena anggaran dan spesifikasinya tidak dicantumkan.

“Saya sudah menemukan beberapa aktivitas proyek tersebut yang saya duga tidak sesuai dengan juknis,” tutupnya.

Suhanto, Kepala Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan, membenarkan adanya proyek jalan desa yang menghubungkan Desa Panaongan dengan Desa Soddara.

“Iya, benar bahwa proyek tersebut dimulai dari Desa Panaongan sampai Desa Soddara,” terangnya. Namun, Suhanto tidak membeberkan lebih lanjut spesifikasi lebar, panjang, dan ketebalan proyek tersebut. (sdm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *