Stabilkan Harga Pangan dan Inflasi, Pemkab Sumenep Gelar GPM

Uncategorized815 Dilihat

SUMENEP, maduranetwork.com – Memperingati Hari Pangan se Dunia 2023, Pemkab Sumenep melalui dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) berkolaborasi bersama Id Food dan Bulog Madura menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini sebagai upaya menstabilkan harga, khususnya sembako serta mengendalikan inflasi di Kabupaten Sumenep.

GPS dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Di Kabupaten Sumenep kegiatan ini diadakan di dua titik, yaitu Kecamatan Batuan, pada Senin (16/10/2023) dan Kecamatan Kalianget pada Selasa, (17/10/2023).

Di Kecamatan Batuan launching GPM bertempat di halaman kantor kecamatan dengan dihadiri Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, Sekretaris Daerah Ir Edy Rasyadi, Kadis DKPP Arif Firmanto, Ketua PKK Ny Nia Fauzi, Forkopimda, Forkopimcam Batuan dan seluruh masyarakat Batuan.

Dalam sambutannya, bupati Sumenep mengatakan bahwa GPS ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk memberikan kemudahan aksesibilitas pangan dengan harga terjangkau dan berkualitas, dengan tujuan mengantisipasi gangguan harga serta mengendalikan tingkat inflasi di daerah.

“GPM ini dilaksanakan dalam rangka Hari Pangan se Dunia 2023 dan di Kabupaten Sumenep sendiri akan dilaksanakan di dua titik lokasi, yaitu di Kecamatan Batuan dan Kalianget,” terangnya.

“GPM diharapkan akan digelar secara rutin agar masyarakat bisa tercukupi kebutuhan pangannya dengan harga terjangkau. Selain itu, pelaksanaan GPM ini akan dilakukan secara masif guna mengendalikan harga pangan khususnya beras, dimana saat ini mengalami kenaikan harga yang signifikan, sehingga hal ini perlu kerjasama semua pihak untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan,” urai bupati.

Sementara itu, Kadis DKPP Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto menjelaskan bahwa GPM menyediakan beberapa komoditi pangan. ”Diantaranya stok beras premium sebanyak 3.000 kilogram, beras medium 10.000 kilogram, gula pasir 1.000 kilogram, minyak goreng merk “minyak kita” sebanyak 2.400 liter, cabe rawit 100 kilogram, cabe merah besar 100 kilogram, telur ayam ras 400 kilogram serta tisu besar dan kecil masing masing 5 karton,” jelas Arif.

Menurut Arif, GPM dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia di 411 titik, 38 provinsi dan 260 Kabupaten atau Kota. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *