Tradisi Ziarah di Jumat Terakhir: Menyampaikan Doa dan Mencintai Leluhur

Uncategorized157 Dilihat

SUMENEP, maduranetwork.com – Di Kabupaten Sumenep, tradisi ziarah pada hari Jumat terakhir bulan Ramadan telah menjadi bagian dari budaya yang dikenal dengan sebutan “Jumat di-budi”. Masyarakat Sumenep memanfaatkan kesempatan ini untuk mengunjungi pemakaman keluarga besar mereka dan mendoakan para leluhur.

Menurut Suci, seorang peziarah yang kami temui di TPU Jeruk Purut, Desa Pamolokan, Kabupaten Sumenep, tradisi ziarah di Jumat terakhir ini sudah berlangsung sejak zaman dahulu sebagai warisan dari nenek moyang.

“Ziarah di Jumat terakhir merupakan kebiasan yang sudah ada sejak dulu,” ungkapnya dengan tegas.

Baginya, ziarah bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga momen untuk menyampaikan doa kepada para leluhur dan mengenang jasa-jasa mereka. Selain itu, saat ziarah di Jumat terakhir, Suci juga meluangkan waktu untuk membersihkan pemakaman, karena selama bulan Ramadan fokusnya lebih kepada ibadah.

“Nanti baru menjelang Lebaran kita kembali berziarah,” tambahnya.

Tradisi ziarah di Jumat terakhir ini menjadi momen yang sangat istimewa bagi masyarakat Sumenep. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, juga sebagai wujud dari kecintaan dan penghargaan terhadap akar budaya mereka yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. (sdm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *